Owner SPPG Bisukma Apresasi Setiap Kritikan, Jawab Sorotan Terkait Penyajian Menu MBG

topmetro.news, Tarutung – Erikson Sianipar selaku pemilik 2 SPPG Bisukma di Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas kritikan dan madukan terkait peningkatan kualitas pelayanan MBG di daeah itu.

“Terima kasih atas saran dan kritikan. Semoga ini akan menjadi masukan untuk membuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh pemerintah khususnya di Tapanuli Utara semakin lebih baik lagi, berkualitas dan mentaati kaedah-kaedah penyajian pangan yang benar,” sebutnya kepada wartawan, Senin (26/1/2025).

Dr Erikson Sianipar, SPPG Bayangkari, dan Koordinator BGN Wilayah Tapanuli S Lubis, pada kesempatan itu, memberi tanggapan kepada media terkait adanya sorotan yang berkembang di medsos terkait penyajian menu yang katanya rusak, busuk, dan berulat, serta tidak sesuai dengan kualitas dan kuantitas MBG di beberapa sekolah di sekitaran Tarutung, lokasi wilayah tugas SPPG Bisukma

Cross Check

“Hal begini saya sangat suka mendengarkan, supaya bisa langsung kita ‘cross check’ dan bicarakan dengan Koordinator BGN (Badan Gizi Nasional) Wilayah Tapanuli serta petugas yang ada di wilayah kerja SPPG kita, untuk dibenahi dan tidak terjadi lagi,” ucapnya kepada media saat ‘ngopi’ bareng beserta Kapolres Taput Ernis Sitinjak.

Membangun kebiasaan baru dan harapan bersama di Wilayah Tapanuli harus terus mereka upayakan. “Maka dari itu, hal seperti mendengar dan merespon cepat masukan dan menyikapi kritikan secara positip, adalah nilai-nilai yang harus dibangun di setiap individu dan organisasi,” sebutnya.

SDM

Selaku pemilik Bisukma Grup, selalu mengkonsolidasikan internal yang SDM-nya adalah para pemuda Tapanuli yang sedang dan terus mengasah diri menjadi lebih baik. Demikian juga partner eksternal, yaitu para pelaku UMKM yang juga terus meningkatkan kemampuan menjadi pelaku usaha yang profesional.

Tidak mudah membangun kebiasaan baru positif SDM, baik sebagai profesional/pekerja ataupun pelaku usaha. Bisukma Grup berupaya konsisten beraktifitas dengan membangun kebiasaan baru bagi seluruh tim yang bergabung baik internal dan eksternal melalui penerapan ‘Budaya BETAPATURE’.

“Maka dari itu, sekali lagi saya sampaikan terimakasih atas seluruh masukan dan kritikan yang konstruktif sahabat Bisukma. Mari kita saling bahu-membahu bersama pemerintah dan seluruh elemen untuk memajukan bangsa dan negara serta kabupaten Tapanuli Utara ini,” ungkapnya.

Lebih Intensif

Sementara itu, Koordinator BGN Wilayah Tapanuli S Lubis mengatakan, persoalan viralnya penyajian menu MBG baru-baru ini karena ada buah yang berulat, roti dari pabrikan serta adanya snack yang sudah remuk, pihaknya akan lebih intensif lagi melakukan pengecekan dan memberikan imbauan kepada para SPPG serta PIC (person in charge) yang ada di sekolah agar lebih teliti dalam pendistribusian setiap paket MBG.

“Saya selaku Koordinator BGN Wilayah Tapanuli mengakui kurangnya personil untuk melakukan pemeriksaan dan himbauan ke setiap SPPG, karena hanya saya sendiri yang bertugas di 27 SPPG untuk melakukan tugas tersebut. Namun meskipun begitu, saya selaku BGN juga sudah menyampaikan kepada pimpinan kami di pusat agar kiranya bisa menambah personil untuk menjalankan tugas tersebut,” sebut Lubis.

Untuk SPPG yang ada di Tapanuli Utara saat ini sudah ada 27 dari target 37 kuota yang telah diamanatkan untuk memenuhi kebutuhan MBG ke sekolah-sekolah yang jumlah penerima manfaatnya sebanyak kurang lebih 120 ribu siswa/i. Harga per paket MBG untuk tingkat PAUD sampai SD kelas 4, Rp8 ribu. Sedangkan untuk kelas 5 dan tingkat SLTA Rp10 ribu.

Standar Nasional

Menurutnya, semua unsur untuk pemenuhan protein dan gizi dalam penyajian paket MBG-nya sudah disesuaikan dengan satuan standar yang tertera di Badan Gizi Nasional. Dan untuk menjaga agar kehigienisan serta kwalitasnya juga sudah terjalin kerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk mengawasinya di setiap SPPG.

Ia pun menjawab pertanyaan rekan media, kenapa di Tapanuli Utara itu tidak ada disajikan menu daging sapi dalam kemasan paket MBG ke sekolah-sekolah. Padahal Kepala BGN Pusat dalam laporannya ke presiden menyebut, bahwa setiap SPPG yang ada di seluruh Indonesia telah memotong seekor sapi untuk dijadikan menu dalam kelengkapan paket MBG.

“Semoga Ini kiranya akan menjadi masukan untuk membuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh pemerintah khususnya di Tapanuli Utara semakin lebih baik lagi, berkualitas, dan mentaati kaedah kaedah penyajian pangan yang benar,” katanya.

reporter | Jansen Simanjuntak

Related posts

Leave a Comment